Selasa, 22 November 2011


















3(THREE) IN
 1(ONE)
Buah pena : Isna Ramadani IXRSBI2
Isna Ramadani adalah nama lengkapku, aku adalah seorang pelajar di SMPN 1-RSBI sampit, SMP favorit dan satu-satunya SMP dengan status RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Intersional) di Kotawaringin Timur, Kalimantan tengah. Selain sebagai seorang pelajar biasa, aku tetaplah seorang remaja yang mencari arti kehidupan, kedewasaan yang sempurna serta kerelaksasian dengan rehat dari hari-hariku yang sibuk, dan salahsatu cara untuk mencapai semua itu adalah bereksplorasi, dalam bentuk petualangan maupun liburan.
Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara.Kakak pertamaku bernama Wahyuni, aku memanggilnya kak yuni dan, rahman nama abangku kami pun memanggilnya bang rahman, aku juga memiliki adik perempuan,saudari terakhir bernama Aulia.Kakak dan abangku adalah sarjana dan mahasiswa salah satu universitas di Surabaya, yaitu UBAYA(Universitas surabaya), sedangkan aku dan adikku pelajar di Sampit,kotawaringin timur.Sekarang kakakku telah memiliki pasangan hidup asli wong suroboyo yang memilih untuk bertempat tinggal di daerah Sampit,daerah asalku.Dan bang rahman memiliki calon wong suroboyo juga,namun dia tidak mau terburu-buru, dia ingin fokus  pada kuliahnya. Abang iparku bernama Iwan dan kami memanggilnya bang Iwan, dia adalah seseorang yang kentara dengan kehidupan metropolitan kota Surabaya, dia menjadi tour guide kami saat kami di Surabaya maupun didaerah-daerah sekitar pulau Jawa.
Sekarang pangkatku kelas IX (Sembilan), tepatnya IX (sembilan) RSBI 2 (dua), dan ini adalah bulan-bulan awal dari proses belajar-mengajar kami.Sebenarnya tak ada perbedaan yang signifikan, dari proses belajar-mengajar ditahun kesembilan bagi ku ini, dengan akhir tahun kelas kedelapan lalu. 
Walaupun kenangan pada masa-masa liburan kenaikan kelas IX (sembilan) sangat menyenangkan, namun kenangan saat berlibur kenaikan dikelas VIII (delapan) lah yang paling berkesan bagiku, mengalahkan liburan kenaikan kelas IX (sembilan) itu.Saat–saat yang tepat adalah  pada kenaikan kelas VIII (delapan), bang Iwan-kak Yuni ingin berlibur plus mudik ( untuk bang Iwan) ke Surabaya dan daerah sekitarnya. Saat aku,kak-yuni dan aulia sedang berkumpul di ruang keluarga, untuk menonton acara televisi kesukaan kami, tiba-tiba bang Iwan berkata ”eh..aku ama kak yuni mau mudik ke Suraboyo lo! Siapa handak  ikut??”tanyanya dengan logat jawa-banjarnya yang lucu, aulia pun bertanya balik kepada bang Iwan”siapa ja yang boleh ikut?”, sambil pura-pura polos dia pun menjawab”Siapa ja yang mau, bisa abah,mama,kamu,isna,nenekmu,kakekmu,mamanya nenekmu,abahnya kakekmu,mamanya mama nenekmu,abahnya abah kakekmu, siapa aja…!! hahahaha”, “aaah, abang ni meranyau..!”rengek aulia, kami pun sontak tertawa mendengarnya.  Kupikir ini adalah kesempatan yang baik untukku, ber-relaksasi keluar dari kota mentaya ini.Maka kuputuskan untuk terbang bersama bang Iwan-kak Yuni serta Aulia ke kota 10 November itu.
Sesampainya di Surabaya, kami pun berkeliling kota tersebut. Selama 3(tiga) hari kami mengelilingi kota itu,aku pun mulai merasa bosan, ”Sudah lama kita disini, kemana lagi tujuan kita?”tanyaku terhadap bang Iwan dan kak yuni, karena bang Iwan lagi nyetir maka kak yuni yang menjawabnyakita ke-Malang ja yuk..! disana dingin, banyak mainannya lagi”,“ayo ja, tapi aku beol dululah..?!hehehe”jawab  bang Iwan dengan lagak polosnya.Akhirnya mereka pun memutuskan untuk mengajak kami dalam road trip dari Surabaya sampai ke Malang,menggunakan mobil bang Iwan.Road trip pertama adalah Taman Safari Malang, kami tetap menggunakan mobil masuk kedalam Taman Safari itu, memang sih harga masuknya menengah-ke atas, namun harga itu sepadan dengan pengetahuan dan kepuasaan yang kami dapatkan. Saat kami masuk kebagian Afrika kami melalui kubangan air yang menutupi jalan perjalanan kami, ternyata kubangan air yang cukup dalam itu adalah tempat hippo (kuda nil), kami pun pelan-pelan melewati kubangan itu agar hipponya tidak marah, tapi setelah melewati kubangan itu, tidak ada hal buruk yang terjadi, malahan kami mendapat sambutan hangat berupa, jejeran pantat beserta kotoran yang
masih menempel dipantat mereka, hahaha..!!!!

kak yuni pun langsung mengabadikan pantat-pantat itu dan inilah panta-pantat yang dimaksud. Setelah itu, kami pun tertawa habis-habisan, sampai kami tidak menyadari kami telah berada diakhir gerbang.
Setelah melihat dan merasakan bertemu para hippo, singa, tapir, burung dan lain-lain. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Jatim park, dan itu adalah tempat paling berkesan untukku, kami melihat banyak sekali science projects yang luarbiasa,bagian replika-replika yang sama persis,tempat bersantai berupa wahana air dan banyak lagi. Setelah sampai di tempat hiburan itu, kami pun langsung kedepan gerbong tiket,”orang kam mainan ja sana! Biar kakak ja yang nganukan tiketnya” kakakku menyuruh, maka kami pun berkeliling sekitar taman dimuka gerbang masuk kedua ditempat itu, tiba-tiba abang Iwan pun memanggil kami,“anak-anak ayo kesini!” aku menjawab ”kenapa bang?” “coba kamu pukul gong yang emas-guede tu!”, aulia pun bertanya”ada apa disitu bang?” lagi-lagi dengan muka tidak bersalahnya dia menjawab”biasanya ada naga keluar pakai,wig,sepatu hak tinggi plus full make up, “hahaha banci donk naganya..?!” jawabku, “nah tuh tau kamu, bukan itu sih,kata rumor kalau keras suara pukulan kamu berarti dapat hoki”, kami pun merespon serentak“oh gitukah?!”, maka ku pukullah gong itu, dan suara yang dihasilkan lumayan nyaring, tapi setelah giliran abang Iwan bunyinya hanya”tung..” dia pun berkata”walah lagi gak hoki aku” dengan logat jawa kentalnya,  

kami pun masuk kedalam gerbang itu. Setelah seharian penuh kami di tempat itu sudah terasa rasa lelah, namun aku masih belum puas dan ingin  tetap berada di tempat itu, tetapi kami harus melanjutkan perjalanan kami ke daerah Batu.          
Sesampainya di Batu kami pun check in dalam suatu bungalou yang indah, dan kami memutuskan untuk sejenak beristirahat di tempat itu. Malam harinya, kami pun ingin mencoba tempat hiburan terbaru didearah tersebut, BNS (Batu Night Spectaculer). Di tempat itu kami bermain go-kart, ke rumah kaca, menonton bioskop 4D yang baru untuk kami, menaiki kereta layang, masuk kereta hantu dan masih banyak lagi. Saat kami ingin keluar dari tempat hiburan itu, aulia merengek-rengek untuk minta naik kereta layang,wahana yang belum kami naiki, awalnya kak yuni dan bang Iwan agak ragu, mengingat tempat itu hanyalah bukit tak berpagar, namun pada akhirnya mereka kalah dengan paksaan kami.Sebuah kereta itu hanya dapat dimuati oleh dua orang, maka kami pun harus menentukan siapa yang menempati masing-masing kereta”ny(honey) aku ma aulia aja, biar nanti kalau dia takut bisa kudiemin ” kata abang Iwan dengan lagaknya, kak yuni pun menjawab dengan lagaknya juga”iya ny(honey) sama isna ni gin timbul nangis-nangis ja dia nanti! hahaha”, aku pun merespon”kalo pina kalian yang tetangis, huuu!!!”.Kereta pertama pun telah siap “ayo ya! Kita naik duluan”kata bang Iwan.Mereka pun menaiki kereta tersebut, setelah wahananya dimulai aku pun tertawa melihat abang Iwan baru setengah jalan sudah teriak  ”waaaah…. Aku gak bakalan mau ikut ini lagi…GILAAA!!!!!!” aku pun tertawa terbahak-bahak. Lalu, kereta selanjutnya pun datang,”ayo am kak!” ajakku,”a..ayooo…”kakakku mengiyakan dengan nada ragu. Wahana itu pun dimulai kakakku mulai merasa takut dan beteriak”aduh… astagaffirulah,allahuakbar,innalillah-innalillah!!!!!!!!!!!”kakakku pun berteriak , aku tertawa sekuat tenaga”HAHAHAHAHA…katanya kada takut?...”responku menggejeknya, dia pun membalas”kalau cepet gak pa-pa!! tapi ini LAMBAT  banarrrr!!!!!!!!!!”,”hahaha, coba kak yuni ikam keluarkan kaki  ikam kaya gini!” kuperagakan dengan mengeluarkan kakiku ke luar kereta tersebut,dia pun merespon”ihh dasar kam ni! Jangan-jangan!!!!!!! sepatuku ni mahal” ,“hahahaha sepatu ja yang dipikiri, kuputar musik dangdut ja nikataku agar mencairkan suasana. Setelah musik dangdut itu kuputar dia pun menjadi agak tenang sambil tertawa melihat tingkahku menyayikan lagu dangdut tersebut, sampai akhir perjalanan. Mengingat ekspresi dan perkataan-perkataannya tadi aku jadi sangat senang dan gembira sekaliiiii..!wahana itu pun akhirnya berakhir. Kami kembali ke bungalou kami yang indah itu dan beristirahat.Esok harinya kami pun pulang keSurabaya,setelah packing dan berpamitan dengan keluarga bang Iwan, kami langsung menuju Sampit menggunakan pesawat terbang di airport Surabaya.
Memang cukup melelahkan untuk melakukan liburan 3 in 1 ini atau liburan sekali perjalanan sekaligus tiga tempat.namun apa yang aku dan keluargaku dapatkan, adalah kenangan dan kesenangan yang tiga kali lipat pula lebih berkesan dan menyenangkan dari liburan ke satu tempat saja.Tetapi kesehatan sebelum maupun sesudah melakukan perjalanan ini haruslah lebih diperhatikan dan dipersiapkan serta dipastikan memilih tour guide yang tepat.Ini adalah liburan yang paling berkesan untukku saat ini. (Author)Thanks for reading my short story; I hope this is useful and become a fun story for you to imagine!!! See yaa guys…!!

          
 


1 komentar:

Followers

Isna Ramadani. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog's Archive

eliseos